TERBITNYA SENYUM YAYASAN SENYUM BALI

pemberian donasi kepada Yayasan Senyum Bali

Pandemi covid-19 memengaruhi seluruh aspek kehidupan orang di dunia, begitupun dengan Bali. Perubahan signifikan terjadi dalam kehidupan semua orang. Di tengah kusutnya roda ekonomi serta keadaan sosial di tengah masyarakat, sulit rasanya untuk menghadirkan sebuah senyuman. Namun, tidak sedikit orang berusaha bersimpati atau bahkan berempati untuk sekadar menerbitkan kembali senyuman orang di sekitanya yang beberapa waktu terakhir telah tenggelam akibat pandemic covid-19. Mahasiswa Sastra Jepang Unud berpartisipasi dalam usaha tersebut. Mahasiswa Sastra Jepang Unud mengadakan penggalian dana untuk Yayasan Senyum Bali guna membantu pasien bibir sumbing, celah-celah langit, dan cacat wajah lainnya.

Penggalian dana dilakukan dengan cara mengumpulkan donasi berupa barang-barang yang telah ditentukan. Barang-barang yang dapat didonasikan terdiri dari, buku, pakaian layak pakai, kerajinan tangan, sepatu, aksesoris, peralatan rumah tangga, dan sebagainya. Media sosial seperti Line dan Instagram dipilih oleh para mahasiswa untuk menggalang donasi. Para mahasiswa juga tidak lupa mencantumkan update donasi yang terkumpul pada akun instagram mahasiswa Sastra Jepang Unud yaitu nibunkasekai.unud. Seluruh hasil donasi akan digunakan untuk membantu biaya operasi bagi anak-anak penderita bibir sumbing, celah-celah langit, dan cacat wajah lainnya.

Antusisasme dari mahasiswa sangat terlihat dari banyaknya barang-barang donasi yang terkumpul. Pengelolaan selanjutnya dilakukan oleh HMPS Sastra Jepang Unud. Proses pengumpulan donasi dimulai dari 12 Juni-12 Juli, lalu didistribusikan kepada Yayasan Senyum Bali oleh perwakilan HMPS Sastra Jepang Unud pada 14 Juli 2020. Kegiatan mahasiswa Sastra Jepang Unud ini disambut positif oleh Yayasan Senyum Bali. Hal tersebut terlihat dari thanks letter yang diberikan ketua Yayasan Senyum Bali, Desak Made Sukma Dewi kepada perwakilan mahasiswa Sastra Jepang Unud. Mahasiswa sastra Jepang Unud berharap sedikit kepingan ketulusan tersebut dapat menerbitkan kembali senyum anak-anak di Yayasan Senyum Bali. Mahasiswa Sastra Jepang Unud juga berharap kegiatan ini terus dilakukan ke depannya. Kegiatan ini juga merupakan pengejawantahan dari Tri Dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Spread love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier.” – Mother Teresa