Fashion Beyond Borders: Belajar Menjadi Eksportir Fesyen Muda di Era Digital



Saya Elva Prastika, mahasiswa semester 5 di tahun 2023. Saya mengisi semester ini dengan mengikuti kegiatan MBKM Studi Independen Vokasi Digital Ekspor Fesyen di mitra LaCorre. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dari bulan Agustus hingga Desember.


LaCorre adalah lembaga pembelajaran berorientasi digital yang memiliki spesialisasi dalam pendidikan dan pelatihan digital ekspor. Lembaga ini didirikan oleh PT Arrbey, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan perdagangan. Program ini mengusung pembelajaran praktis yang bertujuan membekali mahasiswa agar siap terlibat dalam dunia usaha ekspor produk fesyen dengan pemanfaatan kemajuan teknologi digital.


Pada awal kegiatan, saya diberikan materi mengenai pengenalan sistem pembelajaran. Sistem yang dipakai oleh mitra LaCorre dinamai LAMS. Pembahasan ini berkaitan dengan bagaimana mahasiswa dapat mengakses materi, penugasan, serta tracking capaian pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran secara online dapat dilaksanakan secara maksimal dengan penyaluran informasi yang terstruktur.


Kemudian, materi dilanjutkan sesuai dengan modul yang sudah ditetapkan. Mahasiswa mulai ditugaskan untuk membuat sebuah brand, produk, dan belajar untuk mencari target pasar ekspor yang sesuai serta berpotensi untuk mengimpor produk yang sudah ditentukan. Saya bersama tim membuat produk Appareal, yaitu dress rajutan. Selama proses pembuatan produk, tentu terdapat berbagai macam pengembangan guna mendukung kualitas untuk masuk ke pasar ekspor.


Dalam mencari target pasar, saya bersama tim juga mempelajari hal-hal yang mendasar dalam segi marketing dan promosi. Selain itu, ada pun kegiatan pameran ekspor yang menjadi salah satu kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai preferensi konsumen. Meskipun tidak berkesempatan untuk datang secara langsung, kami tetap mengikuti dan mempelajari pameran ekspor terbesar di Indonesia bernama TEI (Trade Expo Indonesia) secara online.


Mendekati akhir kegiatan, ada beberapa kegiatan yang harus diikuti oleh mahasiswa. Saya ditugaskan untuk membuat karya tulis akhir mengenai produk yang akan diekspor. Disana, saya perlu menjelaskan secara detail bagaimana produk akan dikemas, siapa saja yang ditargetkan sebagai konsumen, bagaimana cara produk sampai ke konsumen, apa saja dokumen yang harus disiapkan untuk ekspor, dan masih banyak lagi. Selain itu, setelah materi umum selesai, ada beberapa materi yang berkaitan dengan fashion. Misalnya, materi mengenai pola batik, desain baju, desain warna, mix n match outfit untuk pameran, hingga materi mengenai catwalk.


Jadi kesimpulannya, selama mengikuti studi independen ini saya banyak mempelajari mengenai ekspor. Tidak hanya teori, tapi dalam penugasan banyak melibatkan praktik bagi mahasiswa untuk membuat sebuah produk yang nyata. Oleh karena itu, setelah mengikuti kelas LaCorre, saya mendapatkan dasar-dasar untuk mengembangkan produk supaya bisa tembus ekspor. Saya juga mendapatkan banyak sekali ilmu yang menurut saya dapat bermanfaat untuk dunia kerja nanti.

Berdasarkan pengalaman ini, saya cukup menyarankan teman-teman sesama mahasiswa untuk mengikuti program Studi Independen Vokasi Digital Ekspor Fesyen di mitra LaCorre. Namun, saya juga menyadari bahwa setiap individu memiliki minat, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, saya menyarankan agar calon peserta menyesuaikan kembali keputusan mereka dengan mempertimbangkan dengan serius minat pribadi, kemampuan, dan tujuan karir mereka. Dengan demikian, teman-teman calon peserta dapat mengikuti program ini dengan penuh dedikasi dan fokus, sehingga benar-benar dapat mengoptimalkan manfaat yang ditawarkan oleh Studi Independen Vokasi Digital Ekspor Fesyen di LaCorre.