Kehidupan sebagai mahasiswa program BEKKA di Osaka International University
Saya Made Mirah, mahasiswi semester akhir program studi Sastra Jepang Universitas Udayana. Saat semester tujuh, saya diberi kesempatan untuk mengikuti program BEKKA di Osaka International University. Program BEKKA sendiri adalah program pengajaran bahasa Jepang bagi siswa asing yang disediakan oleh universitas Jepang tertentu. Karena program ini dikhususkan untuk siswa asing, otomatis dalam satu kelas terdiri dari mahasiswa dengan kewarganegaraan yang bermacam-macam. Teman-teman dalam angkatan saya sendiri berasal dari Vietnam, Kamboja, Taiwan, Hongkong, hingga Amerika. Di angkatan saya, hanya saya yang merupakan orang Indonesia. Hal ini membuat saya harus berkomunikasi dengan teman-teman dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Kami juga saling bertukar kebudayaan satu sama lain. Seru dan menantang.
Di kelas, saya tidak hanya belajar tentang bahasa Jepang, namun juga budaya serta kehidupan masyarakatnya. Saya belajar tentang hari-hari penting yang sedang terjadi disana, perubahan musim di Jepang, dan pola kehidupan masyarakat Jepang. Satu kali dalam seminggu ketika sepulang sekolah, saya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler English Speaking Society (ESS). Selama mengikuti kegiatan ekstra, mahasiswa asing seperti saya ikut berkegiatan bersamaan dengan mahasiswa Jepang yang memang sedang berkuliah disana. Kami belajar bahasa Inggris bersama, mempromosikan ekskul ke calon mahasiswa baru saat festival sekolah, dan saling bertukar cerita.
Selama menjalani program BEKKA di OIU, saya juga beberapa kali ikut kegiatan sukarelawan. Salah satunya adalah sukarelawan di Bandara International Kansai. Atas kerjasama dengan pihak Japan Railways Group (JR Group), kegiatan ini ditujukan untuk membantu turis asing yang baru saja tiba di Jepang agar dibuatkan kartu kereta. Saya juga mendapati turis yang berasal dari Indonesia dan membantu mereka.
Selain kegiatan sukarelawan di bandara, saya juga pernah mengikuti kegiatan sukarelawan kegiatan mochitsuki di daerah Kadomashi. Mochitsuki merupakan kegiatan tradisi membuat mochi bersama-sama demi menyambut perayaan tahun baru. Saya bersama dengan teman-teman dan masyarakat kota Kadoma saling bergotong royong dalam membuat mochi. Nantinya, mochi-mochi ini akan dibagikan ke masyarakat sekitar. Di sini saya mendapat kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat Jepang, sembari mempelajari budaya serta bahasanya.
Banyak sekali hal yang saya pelajari selama setengah tahun menetap di Jepang. Tinggal sendirian di negara asing ternyata membuat saya mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya bahkan saya tidak tahu mampu saya lakukan.



UNIVERSITAS UDAYANA