Kuliah di Ibaraki University
Konnichiwa! Nama saya Risma Paramawati, mahasiswa tahun keempat di Universitas Udayana. Saya ingin berbagi pengalaman saya belajari di salah satu Universitas di Jepang. Di akhir semester 6, saya mencoba mendaftar program pertukaran pelajar di Ibaraki University dengan program IU Online Exchange Program Fall 2022. Pada program ini, mahasiswa asing mengikuti kelas secara daring selama 6 bulan dari musim gugur hingga musim akhir semi. Pendaftarannya cukup mudah. Saya hanya perlu mengisi form pendaftaran, essai rencana belajar, dan melengkapi persyaratan berupa sertifikat JLPT N3, transkrip akademi, dan ID mahasiswa. Nantinya, Sensei akan membantu mengirimkan form dan syarat tersebut kepada pihak Ibaraki University. Setelah menunggu sekitar satu bulan, saya menerima surat yang berisi bahwa saya diterima sebagai mahasiswa internasional di Ibaraki University. Untuk itu saya perlu melakukan registrasi ulang dan mengisi formular mata kuliah dan mengaktifkan akun Teams guna keperluan kuliah. Setelah menyelesaikan proses registrasi, setiap mahasiswa asing diwajibkan mengikuti orientasi untuk memperkenalkan pengajar, tutor, dan tata pelaksanaan kuliah.
Saya mengambil 7 mata kuliah meliputi 4 mata kuliah berbahasa Jepang dan 3 mata kuliah berbahasa Inggris. Selama 6 bulan mengikuti pelajaran di Ibaraki University, saya mempelajari banyak hal. Cukup sulit dalam mengikuti mata kuliah dalam Bahasa Jepang karena dosen menjelaskan menggunakan Bahasa Jepang dengan sangat cepat. Walaupun begitu, Sensei-gata sangat ramah dan perhatian sehingga walaupun sulit saya tetap senang. Di kelas yang saya ikuti, ada banyak mahasiswa dari berbagai negara seperti Cina, India, Amerika, dan Brunei. Pada setiap kelas, selalu ada sesi diskusi. Sesi diskusi ini tentunya menyenangkan karena melibatkan mahasiswa dari berbagai negara dengan perspektif masing-masing. Selain itu, saya juga berkesempatan mewawancarai orang Jepang. Hal ini sangat berharga, karena saya dapat melatih kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Jepang.
Di Ibaraki University, setiap mahasiswa internasional didampingi oleh tutor yang merupakan mahasiswa Ibaraki University itu sendiri, Tutor bertugas mendampingi dan menjelaskan hal-hal yang yang dirasa sulit oleh mahasiswa internasional. Tutor saya sangat perhatian dan dapat diandalkan. Dua kali dalam seminggu kami akan melakukan panggilan video untuk belajar dan berbagi pengalaman tentang kehidupan orang Jepang. Hingga saat ini saya masih berhubungan baik dengan tutor saya. Selain tutor, tentunya dengan mengikuti program ini, saya mendapatkan teman dari berbagai negara terutama Jepang dan Cina. Kami saling memperkenalkan negara masing-masing dan menjalin relasi yang dekat.
Meskipun tidak secara langsung belajar di Jepang, pengalaman belajar yang saya dapatkan di Ibaraki University sangat berharga.Saya tidak hanya belajar bahasa dan budaya Jepang, namun juga mendapatkan teman-teman. Tentunya perjalanan saya tidak akan berhenti sampai di sini. Di masa depan saya harap dapat mempelajari hal-hal baru dan dapat membagikannya dengan teman-teman. Terakhir, saya harap teman-teman yang membaca artikel ini dapat belajar di Jepang secara langsung. Ganbatte kudasai!



UNIVERSITAS UDAYANA