Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap Lingkungan Kepemerintahan Dinas Pariwisata Provinsi Bali: Pengalaman Kecil Arya Wira
Nama saya I Gusti Ngurah Arya Wira Pangestu, mahasiswa semester tujuh di program studi Sastra Jepang Universitas Udayana. Saya ingin membagikan pengalaman saya ketika mengikuti magang di salah satu Dinas Pemerintahan yang ada di Bali. Pada akhir semester keenam, saya mendaftarkan diri dalam program Magang MBKM Mandiri di Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Program ini terlaksana atas kerjasama dari pihak program studi sastra jepang dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dengan pihak pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Awalnya saya sudah mengikuti program Bina Desa dan sudah lolos, namun entah mengapa saya lebih tertarik untuk mencoba magang di dunia pemerintahan sehingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti magang tersebut selama enam bulan lamannya. Menurut informasi yang di peroleh, magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dengan mengirimkan empat delegasi. Delegasi tersebut berasal dari tiga orang mahasiswa Sastra Jepang dan satu orang mahasiswa Antropologi Budaya. Sehingga pada akhirnya, saya resmi melakukan aktifitas di Dinas Pariwisata Provinsi Bali terhitung sejak tanggal 3 September hingga 15 Desember 2023.
Dalam magang tersebut, saya mendapat posisi di Bidang Destinasi Wisata dalam Divisi Pengembangan Destinasi Wisata yang difokuskan dalam pengembangan wisata yang ada di Bali. Selama kegiatannya saya sehari-hari hanya membantu pegawai kantor dalam melakukan kegiatan seperti mengikuti sosialisasi wisata ke beberapa daerah seperti Jembrana, melakukan pendataan kunjungan wisatawan dari berbagai wisata dari delapan kabupaten yang ada di Bali, diskusi bersama kepala bidang terkait pengembangan wisata di Bali, serta pernah menjadi panitia Jegeg Bagus Bali dalam Duta Pariwisata Bali. Sayangnya, ketika saya magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali tidak terlalu banyak kegiatan yang terlaksana karena sebelumnya kegiatan-kegiatan yang ada pada bidang tersebut telah terlaksana saat awal tahun 2023 sehingga magang yang saya rasakan saat itu cukup santai dan tidak terlalu padat. Jam kerja pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali selama 5 hari yaitu Senin hingga Jumat dari pukul 07.30 hingga 15.30 WITA. Pakaian yang digunakan saat hari Senin hingga Rabu bagi anak magang menggunakan pakaian berbahan Endek, hari Kamis menggunakan pakaian adat Bali. Namun, untuk hari Jumat saya mengalami perubahan pakaian karena kebijakan dari PJ Gurbenur Bali dimana awalnya setiap hari Jumat menggunakan pakaian olahraga namun setelah Gurbenur Bali selesai menjabat dan digantikan sementara oleh PJ Gubernur sehingga hari Jumat berubah menjadi pakaian Endek.
Pembelajaran tidak langsung yang saya dapatkan selama magang tersebut juga sangatlah banyak, saya belajar bagaimana cara beretika kerja yang baik dalam dunia pemerintahan, cara meningkatkan kedisiplinan terhadap antar pegawai, cara menumbuhkan rasa inisiatif, cara berbicara yang baik ketika bertemu pihak-pihak pemerintahan, dan cara belajar menggunakan waktu dengan baik. Karena dalam kegiatan tersebut sebagai pegawai magang saya dituntut untuk belajar ontime dalam melakukan berbagai aktifitas karena jika tidak akan merugikan banyak pihak.
Saya sangat senang mengambil kesempatan ini karena saya banyak menemukan relasi-relasi baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Selama waktu enam bulan tersebut, saya juga sangat bersyukur bisa ditempatkan dalam ruangan yang orang-orangnya sangat baik, ramah dan menyenangkan sehingga tidak menimbulkan rasa bosan ketika berada didalam ruangan. Hanya saja, karena tidak terlalu banyak aktifitas membuat saya hanya menghabiskan waktu didalam kantor dinas saja.
Walaupun korelasi dari mata kuliah yang saya ambil di program studi Sastra Jepang tidak banyak digunakan dalam kegiatan ini tetapi saya bisa mengaplikasikannya dikemudian hari jika saya suatu saat bekerja dalam lingkungan pariwisata. Karena bidang yang berkorelasi terhadap mata kuliah yang ada di program studi Sastra Jepang lebih masuk kedalam Bidang Promosi Pariwisata bukan di bidang yang saya dalami selama magang tersebut. Namun, ini menjadikan pengalaman berharga saya selama berkuliah karena bisa merasakan sendiri dunia kerja pemerintahan itu seperti apa dan memahami karakteristik pariwisata, serta memahami isu-isu mengenai perkembangan pariwisata yang ada Bali. Semoga dengan berbagi pengalaman ini dan sebagai salah satu mahasiswa pertama yang mengikuti kerjasama dari fakultas dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali semakin banyak mahasiswa khususnya dari program studi Sastra Jepang dapat berpartisipasi, karena kedepannya masih sangat banyak isu-isu yang berkembang dalam dunia pariwisata yang dapat dijadikan bahan pembelajaran dan diskusi pemecahan permasalahan. Bahasa jepang juga merupakan salah satu bahasa internasional yang diminati oleh masyarakat, sehingga pembelajaran yang didapatkan dikampus dapat diterapkan ketika terjun ke dalam dunia pariwisata nantinya khususnya dalam ruang lingkup pembahasan wisata maupun wisatawan Jepang.



UNIVERSITAS UDAYANA