Beasiswa Monbukagakusho U to U, Kobe Women’s University
Perkenalkan, nama saya adalah Ayu Devi Pragasuri. Saya
merupakan mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2015 dan biasa dipanggil Devi. Saya
diberikan kesempatan untuk menerima Beasiswa Monbukagakusho jalur U to U di Kobe Women’s University, ketika saya sedang menempuh perkuliahan di
semester 7 saat itu. Jalur U to U
adalah rekomendasi dari universitas yang proses penyeleksian serta prosedur
pendaftarannya dilakukan oleh universitas di Jepang tanpa melalui Kedutaan
Besar Jepang. Program yang saya ikuti dalam beasiswa ini adalah program Japanese Studies selama 1 tahun dari 18 September 2018 – 31 Agustus
2019. Beasiswa ini memberikan banyak fasilitas seperti, biaya pesawat, biaya pendidikan, dan mendapat tunjangan biaya hidup untuk
setiap bulannya.
Saat di Jepang, saya tinggal di Kobe yang berada di
Prefektur Hyogo tepatnya di asrama Kobe
Women’s University yang letaknya tidak terlalu jauh dari universitas. Di
asrama tersebut selain saya, ada juga 2 orang Cina dan 2 orang Taiwan yang juga
merupakan ryuugakusei di universitas
yang sama, sedangkan sisanya semua adalah mahasiswa Jepang. Selama tinggal di
asrama ada banyak sekali hal yang dilakukan bersama dengan mahasiswa Jepang
sehingga dapat membantu dalam melatih kemampuan percakapan bahasa Jepang. Kegiatan
tersebut berupa pesta penyambutan untuk saya, pesta saat natal, pesta membuat gyoza bersama, dan pergi hanami bersama.
Selain di asrama, saya juga banyak mengikuti kegiatan di
universitas. Di universitas pun, saya berkenalan banyak berkenalan dengan mahasiswa Jepang
meskipun mereka tidak tinggal di asrama. Sebagian besar kelas yang saya ikuti
adalah kelas yang memang diikuti oleh mahasiswa Jepang sehingga disana saya
banyak bertemu teman baru dan bisa lebih memahami kehidupan perkuliahaan di
Jepang. Hampir sebagian kelas yang saya ikuti memiliki tugas untuk membentuk
kelompok, lalu melakukan penelitian dan kemudian mempresentasikannya. Hal itu
sangat bermanfaat untuk saya karena saya bisa mengerti cara bekerjasama dengan
orang Jepang. Selain presentasi, di kelas juga banyak terdapat diskusi sehingga
disini saya belajar untuk berani mengemukakan pendapat saya di hadapan dosen
dan mahasiswa Jepang lainnya. Saya disini tidak hanya mengikuti perkuliahan
yang menyangkut tentang bahasa Jepang saja. Saya juga bisa memilih mata kuliah
lain yang saya minati seperti bahasa Inggris, bahasa Korea, mata kuliah untuk
membuat yukata dengan menjahit sendiri dan mata kuliah untuk belajar kaligrafi
Jepang (shodo). Selain perkuliahan di
kelas, ada juga kegiatan di luar yang saya ikuti. Kegiatan tersebut berupa
menonton teater seni tradisioan Jepang (Noh
dan Kabuki) bersama mahasiswa
Sastra Jepang dari Kobe Women’s
University, berpartisipasi dalam kegiatan open campus Kobe Women’s University, mengikuti kegitan tur untuk
mengenal lebih dalam mengenai budaya Jepang bersama dengan ryuugakusei universitas lain di Kobe, menjadi volunteer untuk
festival seni di pulau Awaji bersama mahasiswa Jepang Kobe Women’s University. Saat semester terakhir, saya sebagai ryuugakusei diwajibkan untuk presentasi
mengenai penelitian yang saya lakukan selama di Jepang di hadapan para dosen dan
mahasiswa Kobe Women’s University. Presentasi tersebut juga akan menjadi penutup
tugas akhir saya sebelum mengakhiri program beasiswa ini. Saat itu, saya tentu
saja sangat gugup terlebih harus presentasi di hapadan banyak orang Jepang dan
juga akan ada sesi tanya jawabnya. Namun, berbekal doa dan kerja keras yang
telah saya lakukan, akhirnya saya berhasil melewati presentasi tersebut dengan
lancar dan baik.
Saya awalnya
sama sekali tidak terpikirkan bisa mendapatkan beasiswa ini. Saya sendiri
awalnya tidak pernah belajar bahasa Jepang sebelum memulai perkuliahan di
Universitas Udayana. Saya yang dulu hanyalah mahasiswa biasa yang baru bisa
membaca hiragana dan katakana dengan patah-patah dan lambat di saat teman saya
yang lainnya sudah bisa membaca hiragana dan katakana dengan lancar. Namun, hal
itu tidak menjadi penghalang untuk saya bisa terus belajar agar bisa
mendapatkan beasiswa nantinya, Semua hal yang ada bisa kita pelajari, yang
terpenting adalah terus bekerja keras dan tidak pernah menyerah, Percaya pada
kemampuan sendiri dan tetap berpegang teguh pada keputusan yang telah dibuat
untuk menggapai hal tersebut.



UNIVERSITAS UDAYANA