Mahasiswa Sastra Jepang Unud dan Kwansei Gakuin University Gelar Pertukaran Budaya Lewat Program Kaiwakai

Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) menggelar Program Kaiwakai bersama mahasiswa Kwansei Gakuin University, Jepang, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka FIB Unud ini menjadi wadah pertukaran budaya dan melatih kemampuan berbahasa Jepang bagi mahasiswa kedua universitas.


Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Program Studi Sastra Jepang Unud. Selanjutnya, para mahasiswa tampil untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam presentasi tersebut, mahasiswa Unud dan Kwansei Gakuin University menyampaikan materi menggunakan bahasa Jepang secara penuh.


Topik diskusi berfokus pada perbandingan kebudayaan Jepang dan Indonesia, khususnya budaya Bali. Mahasiswa saling memaparkan tradisi, festival, kebiasaan masyarakat, hingga kehidupan sehari-hari di daerah masing-masing. Dalam diskusi ini ditemukan fakta menarik mengenai kemiripan budaya kedua negara, seperti pawai Ogoh-ogoh di Bali yang mirip dengan Nebuta Matsuri di Jepang, serta perbandingan makna hari raya Galungan dan Kuningan di Bali dengan tradisi Obon di Jepang.


Sebelum hari pelaksanaan, para mahasiswa sudah melakukan diskusi kelompok untuk menentukan materi dan menyusun presentasi. Persiapan sempat mengalami kendala akibat adanya perubahan metode diskusi dari luring menjadi daring karena adanya kelangkaan BBM di Bali. Meskipun begitu, koordinasi tetap berjalan lancar melalui pesan teks dan panggilan telepon. Kendala bahasa selama diskusi juga berhasil diatasi dengan cara saling membantu, menggunakan kalimat yang lebih sederhana, serta mengulang penjelasan agar pesan tersampaikan dengan baik.


Selain pertukaran budaya, kegiatan ini diisi dengan pemaparan pengalaman magang (internship) oleh mahasiswa Kwansei Gakuin University, dengan bantuan mahasiswa Unud sebagai penerjemah ke bahasa Indonesia agar dapat dipahami peserta. Setelah penyampaian kesan dan pesan, mahasiswa Kwansei Gakuin University menampilkan tarian sebagai hiburan, acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.