Peringati HUT ke-21, Prodi Sastra Jepang Hadirkan Konjen Jepang dalam Kuliah Umum
Dalam rangka memperingati hari jadi ke-21, Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana (FIB Unud), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Hubungan Persahabatan Indonesia-Jepang: Dulu, Sekarang, dan Masa Depan” pada 6 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Lantai III, FIB Unud, dan dihadiri oleh Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Rektor Universitas Udayana, Dekan FIB, koordinator program studi, dosen, serta mahasiswa Sastra Jepang.
Mengawali kegiatan, Koordinator Program Studi Sastra Jepang, Dr. Silvia Damayanti, S.S., M.Hum., menyampaikan perkembangan program studi sejak didirikan pada 2005. Sastra Jepang Unud saat ini memiliki 342 mahasiswa dan telah menghasilkan 719 alumni, dengan tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 75 persen pada 2026. Didukung oleh 15 tenaga pengajar dan akreditasi internasional FIBAA, program studi ini terus memperkuat kerja sama internasional melalui program pertukaran 10–15 mahasiswa ke Jepang setiap tahun serta penyelenggaraan ujian Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) dua kali setahun.
Dalam kuliah umum tersebut, Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, mengulas perjalanan hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia menyoroti Doktrin Fukuda tahun 1977 yang menekankan pentingnya hubungan setara dan pendekatan dari hati ke hati dalam membangun kemitraan dengan negara-negara ASEAN.
Hubungan bilateral kedua negara terus berkembang melalui berbagai sektor, mulai dari investasi dan pembangunan infrastruktur hingga transisi energi dan keamanan maritim. Penguatan kemitraan ini juga tercermin dalam kerja sama di bidang energi bersih melalui Asia Zero Emission Community (AZEC) dan visi Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka (FOIP).
Selain itu, Indonesia dan Jepang memperluas kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program magang teknis (Ginou Jisshu), Specified Skilled Worker (SSW), pengiriman tenaga perawat melalui skema EPA, beasiswa MEXT, serta pertukaran pemuda JENESYS. Jepang juga berbagi pengalaman mengenai sistem makan siang sekolah sebagai referensi dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.


UNIVERSITAS UDAYANA