Kegiatan MBKM Kampus Mengajar Angkatan 8 di SDN 1 Renon


Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman langsung di dunia pendidikan. Salah satu kegiatan yang saya ikuti adalah Kampus Mengajar Angkatan 8 yang dilaksanakan di SDN 1 Renon. Selama menjalani kegiatan ini, saya tidak hanya mendapatkan banyak ilmu tentang cara mengajar, tetapi juga memahami lebih dalam bagaimana dunia pendidikan berfungsi di tingkat dasar, khususnya dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dalam proses belajar.

 

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang diadakan dalam rangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajar di sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga pendidik. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan serta memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.

 

Saya mengikuti program ini di SDN 1 Renon, sebuah sekolah dasar yang terletak di Denpasar, Bali. Dalam kegiatan ini, saya seringkali bertugas sebagai pengajar di kelas secara random, terkadang saya mengajar untuk murid-murid kelas rendah, namun terkadang saya pun mengajar di kelas 6. SDN 1 Renon merupakan sekolah yang memiliki siswa-siswa yang sangat beragam, dengan latar belakang yang berbeda-beda, namun semuanya memiliki semangat tinggi dalam belajar.

 

Mengikuti program Kampus Mengajar memberikan berbagai manfaat, baik bagi saya sebagai mahasiswa maupun bagi anak-anak di sekolah tempat saya mengajar. Bagi saya, manfaat yang paling besar adalah kesempatan untuk belajar langsung tentang dunia pendidikan dan mengembangkan kemampuan mengajar. Sebagai mahasiswa program studi Sastra Jepang, saya tidak memiliki pengalaman langsung mengajar di tingkat dasar, sehingga mengikuti program ini membuka wawasan saya tentang bagaimana cara mengajar yang efektif dan menarik untuk anak-anak.

 

Selain itu, saya juga belajar bagaimana mengelola kelas, mengatasi tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran, dan memahami karakteristik anak-anak yang berbeda-beda. Saya belajar bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat membantu mereka memahami materi dengan cara yang sesuai dengan perkembangan usia mereka.

 

Bagi anak-anak, manfaat yang mereka peroleh adalah adanya kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik. Dengan metode yang bervariasi, seperti permainan flashcard dan program-program kreatif lainnya, saya berharap mereka dapat lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan dan lebih termotivasi untuk belajar.

 

Selama mengikuti program Kampus Mengajar di SDN 1 Renon, saya terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berbasis pada teori, tetapi juga mengutamakan praktik dan kreativitas. Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana saya harus menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman anak-anak yang berbeda.

 

Saya memulai kegiatan mengajar dengan memberikan materi yang sederhana dan mudah dipahami. Beberapa kegiatan yang saya lakukan antara lain adalah permainan flashcard bahasa Inggris-Indonesia dan flashcard matematika. Permainan ini sangat efektif untuk melatih kemampuan anak-anak dalam mengenal kosa kata bahasa Inggris serta memahami konsep dasar matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Mereka belajar dengan cara yang menyenangkan dan tidak merasa terbebani dengan pelajaran yang biasanya dianggap sulit.

 

Selain itu, saya juga merancang program yang lebih spesifik, salah satunya adalah program berkaitan dengan Sastra Jepang, sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Saya membuat sebuah program bertema Tanabata, sebuah festival tradisional Jepang yang melibatkan cerita tentang dua bintang yang dipisahkan oleh galaksi dan hanya dapat bertemu sekali dalam setahun pada tanggal 7 Juli. Dalam program ini, anak-anak diajak untuk menulis harapan mereka di atas kertas origami yang berbentuk seperti burung. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan budaya Jepang, tetapi juga melatih kreativitas anak-anak dalam menulis dan berimajinasi.

 

Pada hari puncak festival, hasil karya anak-anak dipamerkan dalam sebuah acara yang disebut Festival Saren. Festival ini menjadi momen yang sangat spesial, di mana anak-anak dapat menunjukkan hasil kerja mereka dan merasa bangga dengan pencapaian mereka.

 

Selain itu, saya juga memanfaatkan waktu untuk memberikan materi pembelajaran tentang nilai-nilai karakter, seperti kerja sama, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Ini penting agar anak-anak tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

 

Kesan saya mengikuti program Kampus Mengajar di SDN 1 Renon sangat mendalam. Melihat anak-anak yang semangat dan antusias dalam mengikuti setiap kegiatan belajar mengajar, membuat saya merasa bangga dan terinspirasi. Meskipun tantangan yang saya hadapi cukup besar, terutama dalam menjaga agar mereka tetap fokus selama pelajaran berlangsung, saya merasa bahwa pengalaman ini sangat berharga untuk perkembangan diri saya sebagai calon pendidik.

 

Ada kalanya saya merasa kesulitan untuk membuat anak-anak fokus, terutama di kelas yang memiliki banyak siswa dengan tingkat perhatian yang berbeda. Namun, saya belajar untuk lebih sabar dan kreatif dalam menemukan cara agar mereka bisa memahami materi dengan lebih mudah. Saya juga menyadari bahwa pengajaran tidak hanya sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang baik dengan anak-anak, agar mereka merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.

 

Pesan saya untuk mahasiswa lain yang ingin mengikuti program MBKM adalah, jangan ragu untuk ikut serta dalam program ini. Meskipun mungkin terdengar menantang, tetapi pengalaman yang didapat sangat berharga. Selain dapat mengembangkan keterampilan mengajar, kita juga berkesempatan untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak di sekolah yang membutuhkan. Program ini juga membuka wawasan kita mengenai bagaimana dunia pendidikan berjalan di tingkat dasar, serta bagaimana cara kita bisa berkontribusi dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

 

Program Kampus Mengajar Angkatan 8 di SDN 1 Renon telah memberikan banyak pengalaman berharga bagi saya, baik dalam aspek pribadi maupun profesional. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mengajar saya, tetapi juga memberi saya kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan. Semoga program MBKM seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar lagi, baik untuk mahasiswa, sekolah, maupun anak-anak yang menjadi peserta didik.