Peringati HUT ke-21, Prodi Sastra Jepang FIB Unud Gelar Workshop Peningkatan Skill Pengajaran Bahasa Jepang
Dalam rangkaian perayaan HUT ke-21, Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana (FIB Unud), berkolaborasi dengan The Japan Foundation mengadakan Workshop Peningkatan Keterampilan Pengajaran Bahasa Jepang bagi Calon Pengajar LPK pada Selasa, 6 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Soekarno, Kampus FIB Unud, kegiatan ini ditujukan untuk membekali mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir, dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pengajar bahasa Jepang di lembaga pelatihan kerja (LPK).
Workshop ini menghadirkan tiga praktisi dan akademisi sebagai pemateri, yakni I Made Sukadana Antara, Direktur Bali Japan International College; I Gede Boy Sistha Nanda Dipraja, S.S., M.Hum., Kepala Sekolah LPK Ganesha Karya Abadi; serta Dr. Ngurah Indra Pradana, S.S., M.Hum., dosen FIB Unud. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Koordinator Program Studi Sastra Jepang, Dr. Silvia Darmayanti, S.S., M.Hum., kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FIB Unud, Dr. Gede Oeinada, S.S., M.A., Ph.D.
Pada sesi pertama, I Made Sukadana Antara menjelaskan kebutuhan industri terhadap calon pengajar bahasa Jepang, termasuk kemampuan bahasa minimal setara JLPT N3, keterampilan mengajar, serta penguasaan etika dan kedisiplinan. Selanjutnya, I Gede Boy Sistha Nanda Dipraja, S.S., M.Hum. membahas perkembangan metode pengajaran di era digital, mulai dari pembelajaran yang berpusat pada peserta didik hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta penggunaan buku Irodori sebagai bahan ajar.
Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Ngurah Indra Pradana, S.S., M.Hum. yang memperkenalkan pendekatan Can-Do dalam Japan Foundation Standard (JF Standard). Pendekatan ini menitikberatkan pada kemampuan peserta didik menggunakan bahasa Jepang untuk menyelesaikan tugas dalam situasi nyata. Selain pemaparan materi, peserta berkesempatan mengikuti praktik penyusunan instrumen pembelajaran serta berdiskusi langsung dengan para narasumber.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pengajaran bahasa Jepang dan mampu mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya sebagai tenaga pengajar di LPK.


UNIVERSITAS UDAYANA